Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Penjelasan Lengkap Sifat Sama' dan Bashor

Penjelasan Lengkap Sifat Sama' dan Bashor

Daftar Isi Artikel: Tampilkan

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Sifat Sama' dan Bashor

Sifat ke sebelas dan ke dua belas dari sifat 20 yaitu sifat sama' dan bashor. Wajib pada haqnya Allah Ta'ala memiliki sifat sama’ yang artinya mendengar dan sifat bashor yang artinya melihat.

Sifat sama dan bashor termasuk kedalam sifat ma'ani yaitu sifat yang sekiranya Allah membuka hijab pada kita, maka sungguh sifat ini bisa dibuktikan. Sifat sama'dan bashor adalah dua sifat yang tidak ada permulaan dan tidak ada akhir tapi ada pada dzat Allah (qodim) dan menetapi dzat Allah yang selamanya Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Dengan sifat sama’ dan bashor, maka tersingkap segala hal yang wujud, baik yang mumkinul wujud maupun yang wajibul wujud. Tersingkapnya segala hal yang wujud dengan sifat sama’ berbeda dengan tersingkapnya sifat bashor dan keduanya berbeda dengan tersingkapnya sifat ‘ilmu, masing-masing mempunyai hakikatnya sendiri-sendiri, meskipun yang mengetahuinya secara persis hanya Allah. Allah mendengar tanpa bantuan telinga dan melihat tanpa bantuan mata.


Sifat Mustahil Dari Sifat Sama' dan Bashor

Lawan (sifat mustahil) dari sifat sama’ adalah ashom artinya tuli dan lawan dari sifat bashor adalah a’ma yang artinya buta. Sifat mustahil juga termasuk sifat yang wajib diketahui oleh tiap-tiap mukalap sebagai hujah bahwa Allah memiliki sifat wajib menurut akal.

Dalil Aqli Sifat Sama dan Bashor

Jika seandainya Allah tidak mempunyai sifat sama’ dan bashor, maka tentu Allah tuli dan buta, keduanya merupakan kekurangan, sedangkan kekurangan mustahil ada pada dzat Allah yang Maha Sempurna, maka menurut akal Allah wajib memiliki sifat sama’ dan bashor.

Dalil Naqli Sifat Sama' dan Bashor

Dalil naqli bahwa Allah mendengar dan melihat adalah Al-qur’an surat Asy-syuro ayat 11 :

وَهُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ...

“Dan dialah Allah dzat yang Maha Mendengar Maha Melihat.” 

Tijan Ad Darori


Pandangan Hukum Syara' Terhadap Dalil Aqlinya Sifat Sama' dan Bashor

Sifat sama' dan bashor adalah haqnya Allah bukan karena disebabkan oleh akal karena akal hanya menemukan dengan bersumber pada Al Qur-an dan Hadits yang menunjukan bahwa Allah itu mendengar dan melihat.

Beriman atau tidaknya seseorang tidak memberi pengaruh terhadap sifat sama' dan bashornya Allah karena kedua sifat ini qodim dan tetap.

Hukum syara mendukung pendapat akal tentang sifat sama' dan bashornya Allah karena sesuai dengan Al Qur-an maupun hadits dan mewajibkan bagi tiap-tiap mukalaf untuk meyakini bahwa Allah itu mendengar (sama') dan melihat (bashor) sebagai syarat syahnya iman.

Bagi yang menolak sifat sama' dan bashornya Allah, maka ia tak termasuk orang yang beriman dengan resiko mendapatkan siksa dari Allah dan menjadi sebab masuk neraka, sedangkan bagi yang beriman mendapatkan pahala dan menjadi sebab masuk ke surga.


Tingkatan mu’minin dalam mema’rifatkan sifat sama’ dan bashor

Adapun tingkatan iman bagi tiap-tiap orang itu dibedakan ke dalam empat golongan yaitu:

Yang pertama yaitu Mu’minin mema’rifatkan sifat sama’ dan bashor dengan  perasaan tak mendengar dan tak melihat Allah yang disebut mu’minin gofilin yang artinya mu’minin yang lupa/lalai, yang keimanannya masih terhalang.

Yang ke dua Mu’min yang yakin yaitu mu’min yang mema’rifatkan sifat sama’ dan bashornya Allah dengan merasa didengar dan dilihat oleh Allah, perasaan yang muncul dari matahatinya bahwa Allah melihat dan selalu memperhatikan, disebut maqom muroqobah.

Yang ke tiga Imannya ‘ilmul yaqin, martabatnya ‘arifin. Maqomnya Auliya Allah.

Dan yang ke empat Iman haqiqotul haqiqot yang tak bisa diukur oleh kata-kata, ma’rifat kepada Allah dengan sangat dekat, yaitu imannya para anbiya' walmursalin.

Dari uraian diatas, maka harus difahami bahwa sifat sama’ dan bashornya Allah itu tidak seperti layaknya makhluq yang mendengar dan melihat menggunakan indera penglihatan dan pendengaran, karena Allah jauh dari sangkaan fikiran kita yang terbiasa dengan gambaran makhluk.


Mendengar dan Melihatnya Allah Berbeda Dengan Makhluq

Tidak ada titik sama antara mendengar dan melihatnya makhluq dengan dzat Allah :

Mendengar dan melihatnya makhluq yaitu dengan telinga dan mata, sedangkan mendengar dan melihatnya Allah tidak menggunakan telinga dan mata, tapi dengan sifat sama’ dan bashor-Nya saja.

Mendengarnya makhluq terhadap suara dan melihatnya makhluq terhadap hal yang bisa dilihat/ditangkap oleh mata, sedangkan mendengar dan melihatnya Allah terhadap setiap perkara yang maujud (sesuatu yang bisa dikatakan ada dan adapun maujud pada makhluq adalah karena diadakan) baik suara maupun yang tidak bersuara atau perkara yang bisa dilihat/ditangkap oleh mata manusia secara dhzohir maupun bathin, secara fisik maupun aqli, mumkinul wujud maupun muhalul wujud.

Sehingga sifat sama dan bashor mengenai dzat dan sifatnya Allah dengan catatan terbukanya maujudat oleh Allah bukanlah hasil daripada inkisyaf oleh bashor, karena dzat Allah memang tidak tersusun,  dzat Allah tunggal dan berdiri sendiri tanpa bantuan atau ditopang oleh apapun termasuk alat pendengaran dan penglihatan karena Allah tidak serupa dengan makhluq. Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.


Fadilah Mengenal Sifat Sama' dan Bashor

Dengan mengenal sifat sama dan bashor yang haq pada dzat Allah, maka seorang mukalaf akan senantiasa takut ketika hendak melakukan maksiat dan sungguh-sungguh ketika beribadah karena merasa didengar dan diperhatikan oleh Allah.

Dengan mengenal sifat sama dan bashor yang haq pada dzat Allah, maka timbul rasa kagum, rasa takut dan rasa cinta kepada Allah sehingga tak melalaikan terhadap apa-apa yang diperintahkan Allah dan tak menyepelekan terhadap apa-apa yang dilarang oleh Allah.


Penutup

Untuk bisa mengenal Allah cukup dengan mengimani bahwa Allah itu melihat dan mendengar berdasarkan dalil aqli dan dalil naqli  seperti yang dijelaskan di atas tanpa memikirkan dzat-Nya agar kita terhindar dari kekufuran.

Demikian yang bisa kami sampaikan tentang penjelasan sifat sama dan bashor yang dimiliki dan yang haq pada dzat Allah, mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian maupun tulisan. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bishowab.



Sumber :
  • Kitab Tijan Addarori.
  • Sifat Duapuluh Arab pegon bahasa Sunda.
  • Sifat Duapuluh dan Asma’ul Husna TQN Cikangkung-Rengasdengklok-Karawang.


Open Comments

Posting Komentar untuk "Penjelasan Lengkap Sifat Sama' dan Bashor"